Peneliti Kembangkan Sistem Kendali Pemvakuman untuk Desalinasi Air Laut Efisien
Bandung – Tim peneliti dari prodi Teknik Mesin yang terdiri dari Dr. Ir. Udin Komarudin, M.T., Raden Herdian Bayu Ash Shiddiq, S.T., M.T., Dr. R. Evi Sofia., S.T., M.T.,Nia Nuraeni Suryaman, S.Pd., M.T dan Martoni, S.T., M.T., telah berhasil mengembangkan sebuah sistem kendali pemvakuman inovatif yang diterapkan pada Multi Effect Distillation (MED) mini. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pemurnian air laut menjadi air tawar melalui desalinasi termal. Kegiatan ini telah bergabung dengan lembaga mitra dari Universitas Galuh, Ciamis.

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah menghasilkan sistem kendali vakum yang paling optimal di dalam ruang vakum pada sistem MED. Metode eksperimen diterapkan dengan memvariasikan beberapa parameter kunci, yaitu tekanan di ruang vakum, jumlah ruang vakum (vacuum chamber), dan dimensi vakum. Peneliti merancang agar tekanan di setiap ruang vakum terjaga dalam urutan menurun (P1 > P2 > P3), di mana tekanan pada ruang pertama (P1) direncanakan sebesar 1 atmosfer sehingga tidak memerlukan pompa vakum.


Untuk mempermudah pengaturan dan mencegah uap tidak terhisap langsung oleh pompa vakum, tim peneliti menempatkan pompa vakum pada masing-masing ruang vakum dan menambahkan tangki penghubung sebelum setiap ruang. Pengaturan hisapan pompa vakum dilakukan secara presisi menggunakan solenoid valve. Lebih lanjut, setiap ruang vakum dilengkapi dengan mekanisme kendali tekanan yang memanfaatkan sistem akuisisi data (DAQ).


Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus Q4. Saat ini, prototipe sistem MED mini beserta sistem kendali vacuum chamber telah berhasil dibuat dan diuji cobakan. Selain itu, artikel ilmiah yang dijanjikan untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi ASEAN Engineering Journal saat ini sedang dalam proses pengiriman (submitted).
Pengembangan sistem kendali pemvakuman ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses desalinasi air laut menggunakan metode MED, yang pada akhirnya dapat mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Penelitian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.





